Why grow up?

/

3/4/11

Ini judulnya gua bener-bener seorang penjahat. Gatau berapa abad ini blog gua biarkan terbengkalai. Benar-benar tidak konsisten, haha.

Lama gak nulis, gak terlalu banyak sebenernya yang bisa gua tulis, ga banyak cerita untuk dibagi, ga banyak peristiwa menggelegar dan merubah hidup selama waktu gua hilang sampe gua menulis sekarang. Kalolo liat gua sekarang, gak bakal ada "missing link" (well, definisi yang gua temukan di internet sih artinya "hypothetical organism formerly thought to be intermediate between apes and human beings", cuma disini gua gunakan lebih ke pengertian "penghubung yang hilang"nya itu, bukan berarti gua tadinya monyet di post terakhir dan jadi manusia di post yang ini. OK. That's enough. Let's proceed.) yang lo temukan sampe-sampe lo bingung dan gak ngenalin gua kalo ketemu di jalan.
Well, sedikit flashback progress hidup gua.. Last time I check, gua masih perempuan dan nama gua masih Astrid Wulan, my body parts masih utuh tanpa kekurangan apapun, dan gua masih bertahan melanjutkan pendidikan. Beberapa yang bisa gua notice dan mention berubah dari hidup dan diri gua mungkin ga banyak. Berat badan gua berubah, tinggi gua berubah, gua udah putus dari pacar terakhir gua yang gua ceritakan di sini dan udah punya pacar baru.. Apalagi ya. Gua sekarang masuk semester 6 di kehidupan sebagai med student gua yang begitu-begitu saja, ga ada yang spesial. Terakhir, dan yang gua pilih sebagai topik untuk gua bedah di post ini adalah.. Tahun ini guamasuk usia 20. Yah.. kurang lebih beberapa minggu lagi.

Remaja. Bahasa inggris bakunya sih adolescent (kalo di kuliah gua gitu, pembagian fase hidup manusia ada infancy, childhood, adolescent, adulthood, dan elderly. Abis itu kehidupan organik lo diasumsikan selesai, selamat bertualang di alam baka), tapi mungkin orang lebih banyak menyebutnya dengan teenager. Why teenager? It's teen-age-er, sebutan untuk orang-orang berumur teen - belasan, yang berarti melingkupi human beings usia 13-19 tahun; thirteen to nineteen. Begitu anda, saudara-saudara sekalian, memasuki umur 20, bye-bye teenage life. Ya kan ya?

"Teenage Dream", kalo kata mbaknya. Ada apaan sih diatas situ ngomong-ngomong? Ngeliatinnya serius amat..


Banyak orang berpikir bahwa disaat lo pada akhirnya punya ID yang menunjukkan eksistensi lo secara resmi di muka bumi ini, mudahnya saat umur 17 untuk Indonesia, saat itu lah lo dihitung sudah menjadi manusia dewasa. Is it true? Apa sih yang membuat lo menjadi manusia dewasa? Apa sih maturity itu?Kenapa?

Gua pernah mikir, apa ya yang terjadi kalo katakanlah lo menempatkan seorang manusia (gua gak bilang dia anak kecil atau dewasa, since itulah justru yg mau kita bahas kan) berumur 13 tahun dalam satu lingkaran pergaulan yang berisi manusia-manusia berusia 20 tahun? Apakah dia akan menjadi dewasa, sedewasa teman-teman 20 tahunnya? Dan....... Lalu gua ingat seorang artis bernama N*k*t* W*lly (ituloh yang main sinetron bertajuk "Putri yang Ditukar", durasi udah 2 jam sendiri di RCTI). Setau gua usia dia sekarang sekitar 17 tahun, dan beberapa tahun lalu (katakanlah umur dia 14 atau 15) gua lihat di infotainment dia mendeclare bahwa "iya, aku paling gak bisa keluar (rumah) kalo gak pake make-up..". Dude. I mean, seriously? Ini yang namanya anak dikarbit kali ya? Lo menjadi dewasa karena paksaan situasi, mendahului pakem yang umum.

"I'm young and fabulous", Mbak NKTWLLY (baca: neketekwelek).

"Dan jangan lupa nonton sinteron aku..", sambungnya ceria.


Pernah suatu hari gua berhasil membuat hipotesa dan kesimpulan yang cukup random dan bodoh tentang tolak ukur kedewasaan, yang secara tidak ilmiah kayaknya emang cuma bisa gua terapkan ke diri gua sendiri. Awal mulanya adalah gua lagi jalan sama beberapa temen gua, dan 2 orang termasuk di dalamnya rumahnya terbilang gak deket, Bona Indah dan Kemang. Gua biasanya selalu jadi orang yang bawa mobil kalo pergi sama temen-temen gua, dan temen-temen gua yang rumahnya deket biasanya akan dateng ke rumah gua, berangkat nebeng gua, pulang nebeng lagi, lalu mereka dijemput di rumah gua. Sedangkan, temen-temen gua yg rumahnya jauh biasanya kita langsung ketemu di meeting place nya. Tapi hari itu, entah ada angin apa, gua nganterin mereka semua sampe rumah. Dan gak tau dapet ilham dari mana........ Gua merasa gua udah dewasa. Cuma gara-gara nganterin semua temen gua satu-satu sampe rumah. Mereka gak searah sama gua tapi gua anterin sampe rumah. Gimana ya...... Gak tau deh. Cuma itu perasaannya real banget. Mungkin memang setiap orang punya tolak ukurnya masing-masing untuk merasa dewasa. Merasa tua.

Aduh kehilangan momentum. Zonk.

~after 5 minutes break~

Sekarang, setelah berbagai hal random ga jelas yang gua bacotin di atas tadi, fakta utamanya, sefaktual-faktualnya, menghadang tepat di depan muka gua, siap menghantam gua whether gua udah pakai sabuk pengaman ataupun belum, adalah I'll be turning 20 this month. Beberapa minggu lagi. Sekian belas hari lagi. Gua menua. Gabisa lagi menyebut diri gua sendiri sebagai teenager. Tapi apa sih yang udah gua achieve sejauh ini? Kok kayaknya kerjaan gua cuma jalan lurus, sekali-sekali iseng keluar track dan jatoh kesandung segala macem. Hal-hal lain cuma berlalu kayak kabut di sekitar gua, kuliah, main-main, belajar, orang-orang lain; blur dan gak ngena-ngena banget. Gua bahkan gatau gua jalan di jalan yang bener ato engga, karena toh jalan yang lurus belum tentu mengarah ke tujuan kan? To be honest, mungkin gua bahkan gatau goal yang gua pengen temukan di ujung jalannya itu apa. Apa yang gua harapkan ada di ujung jalan yang lagi gua lewatin ini apa. D'oh.

Yah.. Gitu deh. Intinya sekarang-sekarang ini isi otak gua makin ga jelas dan campur aduk menyambut si upcoming event tadi. Hahaha.

Oke. Adios!

0 bacotan:

Post a Comment

Hajar yuk. Menurut eloo?