BB Gorbachev Di Tengah Kemelut.
Suatu hari ada seorang remaja pria yang bernama sangat misterius, yaitu adalah.. Raden Mas Gorbacev Bin Haji Bahlul. Dia sangatlah menarik perhatian semua lelaki di dunia. Dia sangat menyukai berbagai jenis warna. Akan tetapi hidupnya tidak seperti apa yang dia duga sebelumnya karena ternyata pada suatu malam yang tak berangin seorang wanita berhenti bernafas. Dan pada zaman itu ketidakwajaran seperti wanita berhenti bernafas itu merupakan hal yang berdosa. Karena apabila setiap detak nadi yang hilang bersama dengan wanita berparas bagai ratu kerajaan yang sangat gendut dan sangat makmur akan membuat para dewa mengutuk laki-laki tanpa ampun. Lelaki tersebut akan mengalami berbagai kebetulan diiringi dengan kejadian-kejadian yang mengagetkan dan kebetulan mempertemukan dengan laki-laki lain yang adalah pria yang mengkhianatinya saat ia bertemu adik dari wanita yang melahirkan Gorbachev.
Hari itu lelaki bernama Raden Mas Mohammad Joni bin Haji Malitongtong bertemu dengan Gorbachev. Perbincangan di Mall Malioboro menelurkan sebuah gagasan cemerlan. "Wahai Gorbachev! Apa yang telah kamu berikan kepada ibuku Sang Pencerah Dunia adalah sesuatu hal yang luar biasa! Mahkota kerajaan yang hilang itu haruslah kau cari. Benda itu tidak penting untukku tetapi rakyat kita sangat membutuhkan seorang wanita sebagai penentu hari akhir kerajaan ini. " Seru Raden Mas Mohammad Joni seraya mengisap cerutu dan mengangkat dagunya dengan tangan kirinya. Gorbachev pun mengamini dengan suara lantang. "Ya! Memang! Harus begitu, Kakak Raden Mas Muhammad Joni! Rakyat membutuhkan wanita itu beserta mahkota walaupun mahkota tidak secantik yang dikisahkan ibuku tercinta. Maka berikanlah apa yang diharapkan oleh Ibu Ratu yaitu bahtera rumah tangga yang mawaddah sakinah warahmah" Gumam Raden Mas Gorbachev. Karena Mall Malioboro akan midnight sale maka pulanglah pengunjung yang sedang berjalan menuju Sency. 300 tahun sebelum masehi para dewa mengambil mahkota dan memberikannya kepada Raja Fir'aun sebagai tanda balas jasa karena telah membakar dupa sebanyak jumlah Galaksi bimasena dan galaksi yang lainnya. Ternyata mahkota yang dicari telah terkubur di halaman Mall Malioboro. Tak sengaja hujan turun dan Mall Malioboro terkikis. Gorbachev melihat tenda biru bergaris polisi dan bertanya "Eh Mas, ono opo artinya adalah ada apa, ono opo nang kene?" Tapi ternyata orang yang melihat Gorbachev bisu tuli. Akhirnya Gorbachev terduduk termenung "Mengapa aku bicara bahasa yang tidak dimerngerti orang daerah sini?" Serunya dalam nada syahdu. Gorbachev menghampiri benda berkilau yang terkubur sedalam 3 puluh milimeter. "WOW! COOL BANGET GAK SIH GUE! Bisa kayak undur-undur nemu biawak. " Soraknya. Benda tersebut mengingatkannya akan petuah Raden Mas Muhammad Joni. Dia pun menggali dengan kakinya. Lalu terlihatlah mahkota yang membuatnya gembira. "Hore! Aku akhirnya menemukan yang dicari selama ini. Sekarang aku akan menyerahkan mahkota ini kepada wanita yang dibutuhkan oleh rakyatku." Ternyata polisi tadi wanita yang dicarinya. BB Gorbachev di kantong ternyata mati.
Selesai.
BB Gorbachev di Tengah Kemelut.
9/15/10
Hai! Sekarang gua dan 4 teman gua sedang duduk mesra di sebuah kafe dekat sekolah yaitu Sinou Kaffee Hausen. Dalam suasana kebosanan, kami (gua, Rila, Athina, dan Katrin) memutuskan untuk membuat sebuah cerita bersambung. Peraturannya 1 orang hanya boleh meneruskan cerita sebanyak 2 kata, maka inilah ceritanya..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 bacotan:
Post a Comment
Hajar yuk. Menurut eloo?