Back, Back in Time. And a Bit of Marilyn Manson.

/

8/26/10

Tadi sore gua ke PIM untuk menghadiri sebuah reuni kecil-kecilan dengan teman-teman gua waktu masih di sekolah dasar dulu. It was surprisingly interesting.

Kami sudah menjadi raksasa! Cukup makan banyak tempat di J.Co.


Ga banyak temen-temen yang berhasil dateng, dan beberapa malah udah pulang waktu gua dateng. Gua kesana sama 3 temen SMP-SMA gua, sahabat-sahabat gua yang emang selalu bareng kemana-mana, Katrin, Rila, Thia. Temen-temen SD gua yang berhasil hadir dan masih ada wkatu gua sampe PIM tadi ada Nisa/Laras, Reza, Andi, Aldie/Dimar, Wika, Liana + husband, Fira, Risia, Dimas, sama Denny.

The conversation went ballistic, apalagi pas udah deket-deket mo pulang, setelah Denny sama Dimas sampe (mereka nyusul langsung dari Bandung). Topiknya ga jauh-jauh, mengenang peristiwa-peristiwa pas SD, guru-guru yang cukup layak bahas, temen-temen yang udah hilang gatau kemana, dan sekedar menanyakan kabar terbaru.

Yang cukup lucu adalah adanya 3 temen-non-SD gua disitu; mereka jadi bahan buat nipu orang yang baru dateng, kayak Denny sama Dimas. Karena mereka dateng bener-bener paling bontot, mereka sempet ada kali 15 menitan dibohongin dan dicelain, "lo inget ga ini siapa? Parah bangeet" semacam itu. Tambahnya lagi, 3 temen gua itu sangat aktif berpartisipasi, Katrin bahkan sempet sampe pura-pura ngomel ke Denny "lo ga inget sama gue Den? Gilaa". Hahaha.

Hal lain yang cukup lucu, mungkin karena gua yang paling ga pernah keliatan dan belom pernah berhasil ikut reuni, begitu kita papasan di meeting point yang dijanjikan mereka malah cuma ngelewatin gua; GA NGENALIN GUA. Ya kali, udah tumbuh sebesar apa sih gua? Well honey, people do change.

siapa sangka dari begini...

Sane Young Marilyn Manson


Jadi begini...

And this would be.. The insane version?


Apa sih yang menjadikan diri kita sekarang ini?
Itu adalah sesuatu yang kita pilih. Apapun teori yang lo anut, teori dunia paralel ato apapun, sedikit saja perbedaan keputusan atas hal sekecil apapun dapat membuat diri lo berbeda sepenuhnya. Dan gua sangat percaya itu benar. Dan dasar atas pengambilan keputusan tersebut, tentu berkaitan dengan gimana sih prinsip lo sebenernya?

Yang lalu membawa kita ke bagian penting berikutnya dari menjadi sesosok manusia; jadi orang itu harus punya prinsip. Seaneh apapun lo punya prinsip, bersyukurlah lo punya satu. Karena menurut gua, orang yang ga punya prinsip itu menyedihkan. Apalagi orang yang sok-sok doang punya prinsip, itu lebih menyedihkan lagi.

Memiliki dan mempertahankan sebuah prinsip bukan berarti lo jadi kaku; santai aja kayak kakek kura-kura.

Nge-peace gitu.


Dulu pernah suatu hari, gua pernah punya problem dengan seseorang, cukup berkaitan dengan prinsip gua. Di tengah pertikaian, orang itu bilang, "ga bisa itu prinsip dilupain dulu sebentar?".

Ga pake koma, kelar urusan.

Apa yang membuat Marilyn Manson menjadi Marilyn Manson yang sekarang bukanlah sembarang satu keputusan kecil. Tapi banyak. Banyak banget.

So, Mens Sana in Corpore Sano. Terjemahan: gak nyambung.

Adios!

0 bacotan:

Post a Comment

Hajar yuk. Menurut eloo?